BANGUN-BANGUN DATAR
Bangun
datar merupakan bangun dua demensi yang hanya memiliki panjang dan lebar, yang
dibatasi oleh garis lurus atau lengkung. Bangun
datar dalam matematika disebut bangun geometri.
1. Jenis
- Jenis Bangun Datar
PERSEGI PANJANG
§ Persegi
panjang merupakan bangun datar yang mempunyai 4 sisi.
§ Sisi
yang berhadapan sama panjang dan sejajar.
§
Sisi-sisi
persegi panjang saling tegak lurus
§ Mempunyai
4 sudut siku-siku 90⁰.
§ Mempunyai
2 diagonal yang sama panjang
§ Mempunyai
2 simetri lipat.
§ Mempunyai
2 simetri putar
Rumus Luas Persegi
Panjang Rumus Keliling Persegi Panjang
|
|
PERSEGI
§ Persegi
adalah bangun datar yang dibatasi 4 sisi yang sama panjang.
§ Mempunyai
4 titik sudut.
§ Mempunyai
4 sudut siku-siku 90⁰.
§ Mempunyai
2 diagonal yang sama panjang.
§ Mempunyai
4 simetri lipat.
§ Mempunyai
4 simetri putar.
Rumus Luas Persegi Rumus
Keliling Persegi
|
|
SEGITIGA
§ Segitiga
merupakan bangun geometri yang dibentuk oleh 3 buah garis saling bertemu dan
membentuk 3 buah titik sudut.
§ Bangun
segitiga dilambangkan dengan ∆.
§ Jumlah
sudut pada segitiga besarnya 180⁰.
Jenis-jenis segitiga :
a. Segitiga
Sama Sisi
ð mempunyai
3 sisi sama panjang.
ð mempunyai
3 sudut sama besar yaitu 60⁰.
ð mempunyai
3 simetri lipat.
ð mempunyai
3 simetri putar.
- Segitiga Sama Kaki
ð
mempunyai
2 sisi yang berhadapan sama panjang.
ð
mempunyai 1 simetri
lipat.
ð
mempunyai 1 simetri
putar.
- Segitiga Siku-Siku
ð
mempunyai
2 sisi yang saling tegak lurus.
ð
mempunyai 1 sisi
miring.
ð
salah satu sudutnya
adalah sudut siku-siku yaitu 90⁰.
ð
tidak
mempunyai simetri lipat dan putar.
ð
untuk
mencari panjang sisi miring digunakan rumus
phytagoras : a2 + b2 = c2
Rumus Luas
Segitiga Rumus
Keliling Segitiga
|
|||
|
|||
JAJARAN GENJANG
§ Jajaran
genjang merupakan bangun datar yang mempunyai 4 buah sisi.
§ Sisi
yang berhadapan sejajar dan sama panjang.
§ Dua
sisi lainnya tidak saling tegak lurus.
§ Mempunyai
4 sudut, 2 sudut berpasangan dan berhadapan.
§
Sudut
yang saling berdekatan besarnya 180⁰.
§
Mempunyai
2 diagonal yang tidak sama panjang.
§
Tidak
mempunyai simetri lipat dan simetri putar.
|
|
BELAH KETUPAT
§ Belah
ketupat merupakan bangun geometri yang dibatasi 4 sisi sama panjang.
§ Mempunyai
4 titik sudut.
§ Sudut
yang berhadapan besarnya sama.
§ Sisinya
tidak tegak lurus.
§ Mempunyai
2 diagonal yang berbeda panjangnya.
§ Mempunyai
2 simetri lipat.
§ Mempunyai
2 simeteri putar.
|
|
LAYANG-LAYANG
§ Layang-layang
adalah bangun geometri berbentuk segiempat yang terbentuk dari dua segitiga
sama kaki yang alasnya berhimpitan.
§ Mempunyai
4 sisi sepasang-sepasang yang sama panjang.
§ Mempunyai
4 buah sudut.
§ Sepasang
sudut yang berhadapan sama besar.
§ Mempunyai
2 diagonal berbeda dan tegak lurus.
§ Mempunyai
1 simetri lipat.
§ Tidak
mempunyai simetri putar
|
|
TRAPESIUM
§ Trapesium
adalah bangun segiempat dengan sepasang sisi berhadapan sejajar.
§ Tiap
pasang sudut yang sisinya sejajar adalah 180⁰.
§ Jenis-jenis
trapesium :
a. Trapesium
Sembarang à mempunyai sisi-sisi yang berbeda.
b. Trapesium
Siku-SIku à mempunyai sudut siku-siku.
c.
Trapesium
Sama Kaki à mempunyai
sepasang kaki sama panjang
|
|
LINGKARAN
§
Lingkaran
merupakan kurva tertutup sederhana beraturan.
§ Jumlah
derajat lingkaran sebesar 360⁰.
§ Lingkaran
mempunyai 1 titik pusat.
§ Mempunyai
simetri lipat dan simetri putar yang jumlahnya tidak terhingga.
§ Istilah-istilah
dalam lingkaran :
ð Diameter
lingkaran (d) yaitu ruas garis yang menghubungkan dua titik pada busur
lingkaran melalui titik pusat lingkaran.
ð Jari-jari
lingkaran (r) yaitu ruas garis yang menghubungkan titik pada busur lingkaran
dengan titik pusat lingkaran.
ð Tali busur yaitu garis yang menghubungkan dua
titik pada busur lingkaran dan tidak melewati titik pusat lingkaran.
ð Busur
yaitu bagian lingkaran yang dibagi oleh tali busur.
ð Juring
yaitu daerah pada lingkaran yang dibatasi oleh 2 jari-jari maupun busur
lingkaran.
ð Susut
pusat yaitu sudut yang dibentuk oleh 2 buah jari-jari.
Rumus Hubungan Diameter
(d) dan Jari-Jari (r)(r)
|
|
|
|
2.
Pengertian Titik, Garis, Sudut, Dan
Kurva
·
TITIK
Titik tidak didefinisikan, tidak
berbentuk dan tidak mempunyai ukuran. Titik merupakan suatu ide yang abstrak.
Sebuah titik dilukiskan dengan tanda noktah, kemudian dibubuhi dengan nama
titik itu. Nama sebuah titik biasanya menggunakan huruf kapital seperti A, B,
C, P, Q, R. perhatikan gambar dibawah ini
. A = Titik A . P = Titik P
·
GARIS
Garis adalah komponen pembentuk
bangun datar dan bangun ruang. dalam matematika. Garis selalu digambarkan
sebagai garis lurus yang kedua ujungnya memiliki anak panah.
Contoh :
Garis AB ditulis AB
Sifat – sifat garis :
ð Jika diketahui kedua titik sembarang dalam ruang,
maka melalui titik itu dapat dibuat satu garis.
ð Suatu garis dapat diperpanjang
secara tak terbatas dikedua arahnya.
ð Suatu garis mungkin mempunyai banyak nama .
Unsur pembentuk garis adalah ruas
garis. Ruas garis merupakan jajaran ruas garis yang saling menyambung membentuk
garis. Ruas garis adalah garis yang dibatasi dua buah titik. Ruas garis
dilambangkan dengan garis lurus tanpa panah (⎯).
Contoh : Ruas garis CD di tulis CD
·
SUDUT
Sudut adalah pertemuan/ perpotongan
dua garis yang dilambangkan (∠) . sudut merupakan bangun yang
bersisi dua dan sisi-sisinya bersekutu pada salah satu ujungnya. Sisi-sisi
sudut terbentuk dari ruas-ruas garis. Titik persekutuannya disebut titik sudut.
Sisi sudut juga disebut kaki sudut. Jika memberi nama sudut, huruf pada titik
sudut terdapat ditengah. Contoh
Sudut ABC ditulis ∠ABC atau ∠B
Besar suatu sudut adalah ukuran
daerah sudut itu. Untuk mengukur daerah sudut dipergunakan satuan sudut. Dalam
matematika dikenal tiga macam satuan, namun yang sering dipakai adalah satuan
sudut yang disebut derajat.
·
KURVA
Kurva adalah garis dan ruas garis
yang membentuk kurva – kurva sederhana. Kurva dapat digambarkan dengan bermacam
– macam bentuk, bentuknya bisa teratur bisa juga tidak teratur.
Kurva sederhana adalah kurva yang
dapat digambarkan tanpa ada titik yang diulang kecuali mungkin titik-titik
ujung-ujungnya.
Kurva tertutup sederhana adalah
kurva sederhana yang kedua ujungnya berimpit. Setiap kurva tertutp sederhana
membagi menjadi tiga himpunan yang lepas, yaitu himpunan luar, himpunan dalam
dan kurva itu sendiri.
3. Segi
Banyak
Segibanyak beraturan adalah segi banyak yang sisi-sisinya
sama panjang dan sudut-sudutnya sama
besar. Segitiga sama sisi, persegi, segi lima
beraturan dan segi enam beraturan adalah merupakan contoh segi banyak
beraturan.
Prinsip-prinsip dalam Segibanyak Beraturan :
Prinsip 1 : Jika
segi-n beraturan mempunyai panjanh sisi s, maka keliling nya K = ns
Prinsip 2 : Pada
sembarang segi-n dapat dibuat lingkaran luarnya
Prinsip 3 : Pada
sembarang segi-n dapat dibuat lingkaran dalamnya
Prinsip 4 : Pusat suatu segi-n juga merupakan pusat lingkaran
luarnya
Prinsip 5 : Suatu
segibanyak sama sisi dalam sebuah lingkaran adalah segibanyak beraturan.
Prinsip 6 : Jari-jari
suatu segi-n beraturan adalah sama
Prinsip 7 : Sebuah
jari-jari segibanyak beraturan membagi dua sudut segibanyak sama besar
4. Simetri
Lipat Dan Simetri Putar Bangun Datar
·
Simetri Lipat
Simetri Lipat
adalah jumlah lipatan yang dapat dibentuk oleh suatu bidang datar menjadi 2
bagian yang sama besar. Untuk mencari simetri lipat dari suatu bangun datar
maka dapat dilakukan dengan membuat percobaan dengan membuat potongan kertas
yang ukurannya mirip dengan yang akan diuji coba. Lipat-lipat kertas tersebut
untuk menjadi dua bagian sama besar.
Berikut ini adalah banyak simetri lipat dari bangun datar umum :
o
Persegi panjang memiliki 2
simetri lipat
o
Bujur sangkar memiliki 4
simetri lipat
o
Segitiga sama sisi memiliki 3
simetri lipat
o
Belah ketupat memiliki 2
simetri lipat
o
Lingkaran memiliki simetri
lipat yang jumlahnya tidak terbatas
·
Simetri Putar
Simetri Putar adalah jumlah putaran yang dapat dilakukan terhadap
suatu bangun datar di mana hasil putarannya akan membentuk pola yang sama
sebelum diputar, namun bukan kembali ke posisi awal. Percobaan dapat dilakukan
mirip dengan percobaan pada simetri lipat namun caranya adalah dengan memutar
kertas yang telah dibentuk.
Berikut ini adalah banyak simeti putar pada bangun datar umum :
o
Persegi Panjang memiliki 2
simetri putar
o
Bujur Sangkar memiliki 4
simetri putar
o
Segitiga Sama Kaki tidak
memiliki simetri putar
o
Segitiga Sama Sisi memiliki 3
simetri putar
o
Belah Ketupat memiliki 2
simetri putar
o
Lingkaran memiliki simetri putar yang
jumlahnya tidak terbatas
5. Pengubinan
Pengubinan adalah penyusunan daerah-daerah segi banyak yang sisinya
berimpit sehingga membentuk bidang secara komplit (sempurna). Kita dapat
membentuk ubin dengan segitiga-segitiga. Setiap segiempat juga akan membentuk
ubin pada bidang. Pengubinan yang dibentuk oleh segi banyak beraturan disebut
pengubinan beraturan.
6. Bidang Koordinat
Sistem koordinat kartesius
dua dimensi merupakan sistem koordinat yang terdiri dari dua salib sumbu yang
saling tegak lurus, biasanya sumbu X dan Y, seperti digambarkan pada gambar di bawah ini :


Jika dilihat dari gambar 3.1
diatas, koordinat P mempunyai jarak pada sumbu X yang disebut absis sebesar
3 dan mempunyai jarak pada sumbu Y yang disebut ordinat sebesar 5.
Sedangkan d merupakan jarak dari pusat sumbu koordinat (O) ke titik P.
Nilai d dapat dihitung dengan persamaan :
jika d merupakan jarak antara dua titik, secara umum d dapat
dihitung menggunakan persamaan sebagai berikut :


dimana i dan j
menunjukkan nama titik.

Dari gambar 3.2 diperoleh bahwa,
7. Pembelajaran Bangun Datar di Kelas Rendah
Dalam mengajarkan pokok bahasan
geometri pada anak SD kelas rendah, kita dapat menggunakan beberapa metode
pengajaran seperti metode tanya jawab, diskusi, penemuan dan demonstrasi.
Dalam mengajarkan sub pokok bahasan
menghitung luas berbagai bangun datar, kita dapat menggunakan metode tanya
jawab, demonstrasi, maupun diskusi.
Adapun langkah – langkah
pembelajarannya antara lain :
1. Memberikan contoh – contoh bentuk
bangun datar.
Dalam memberikan contoh bentuk
bangun datar sebaiknya kita juga menggunkan contoh – contoh konkret, agar siswa
mudah memahaminya.
2. Menjelaskan pengertian dan
bentuk bangun datar dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa.
3. Mengingatkan kembali jenis – jenis
bangun datar yang pernah dipelajari sebelumnya. Untuk mengingatkan
tentang jenis – jenis bangun datar, kita dapat
menggunakan metode tanya jawab.
4. Dengan metode demonstrasi dan
penemuan , kita ajak siswa untuk menemukan rumus – rumus bangun datar.
Untuk lebih mempermudah kita buat lembar kerja siswa yang berisikan langkah –
langkah menemukan rumus bangun datar.
Misalnya,
Lembar Kerja
- Menemukan luas segitiga
Praktikkan dan lengkapilah rumusnya.
- Buatlah persegi panjang pada kertas karton
- Buatlah segitiga dengan menggunting salah satu diagonal persegi panjang seperti gambar berikut.
D
C
A
B
Luas persegi panjang ABCD = p x l
3. Coba bandingkan segitiga ABD dengan
segitiga CBD. Impitkan keduanya. Kedua segitiga tersebut sama. Ini berarti luas
segitiga ABD = luas segitiga CBD. Luas segitiga ABD = ½ dari luas persegi
panjang ABCD.
Luas segitiga = x … x l
Pada bangun segitiga tidak mengenal p dan l. Pada segitiga,
p = alas = a dan l = tinggi = t.
Jadi, luas segitiga = x a x t.
- Menemukan luas jajar genjang
a. Buatlah jajar genjang seperti berikut pada kertas karton.
b. Potonglah jajar genjang tersebut sepanjang garis putus –
putus.
c. Susunlah potongan tersebut sehingga membentuk persegi
panjang
Persegi panjang itu mempunyai ukuran
panjang = a dan lebar = t. Dengan demikian, luas jajar genjang sama dengan luas
persegi panjang. Sehingga luas jajar genjang = luas ………………. = p x l. Pada
bangun jajar genjang tidak mengenala p dan l. Pada jajar genjang p = alas = a
dan l = tinggi = …
Jadi luas jajar genjang = a x t.
4. Setelah anak – anak mengerti dengan
rumus – rumus bangun datar, berikan contoh soal untuk menghitung luas bangun
datar.
BANGUN-BANGUN DATAR
Bangun
datar merupakan bangun dua demensi yang hanya memiliki panjang dan lebar, yang
dibatasi oleh garis lurus atau lengkung. Bangun
datar dalam matematika disebut bangun geometri.
1. Jenis
- Jenis Bangun Datar
PERSEGI PANJANG
§ Persegi
panjang merupakan bangun datar yang mempunyai 4 sisi.
§ Sisi
yang berhadapan sama panjang dan sejajar.
§
Sisi-sisi
persegi panjang saling tegak lurus
§ Mempunyai
4 sudut siku-siku 90⁰.
§ Mempunyai
2 diagonal yang sama panjang
§ Mempunyai
2 simetri lipat.
§ Mempunyai
2 simetri putar
Rumus Luas Persegi
Panjang Rumus Keliling Persegi Panjang
|
|
PERSEGI
§ Persegi
adalah bangun datar yang dibatasi 4 sisi yang sama panjang.
§ Mempunyai
4 titik sudut.
§ Mempunyai
4 sudut siku-siku 90⁰.
§ Mempunyai
2 diagonal yang sama panjang.
§ Mempunyai
4 simetri lipat.
§ Mempunyai
4 simetri putar.
Rumus Luas Persegi Rumus
Keliling Persegi
|
|
SEGITIGA
§ Segitiga
merupakan bangun geometri yang dibentuk oleh 3 buah garis saling bertemu dan
membentuk 3 buah titik sudut.
§ Bangun
segitiga dilambangkan dengan ∆.
§ Jumlah
sudut pada segitiga besarnya 180⁰.
Jenis-jenis segitiga :
a. Segitiga
Sama Sisi
ð mempunyai
3 sisi sama panjang.
ð mempunyai
3 sudut sama besar yaitu 60⁰.
ð mempunyai
3 simetri lipat.
ð mempunyai
3 simetri putar.
- Segitiga Sama Kaki
ð
mempunyai
2 sisi yang berhadapan sama panjang.
ð
mempunyai 1 simetri
lipat.
ð
mempunyai 1 simetri
putar.
- Segitiga Siku-Siku
ð
mempunyai
2 sisi yang saling tegak lurus.
ð
mempunyai 1 sisi
miring.
ð
salah satu sudutnya
adalah sudut siku-siku yaitu 90⁰.
ð
tidak
mempunyai simetri lipat dan putar.
ð
untuk
mencari panjang sisi miring digunakan rumus
phytagoras : a2 + b2 = c2
Rumus Luas
Segitiga Rumus
Keliling Segitiga
|
|||
|
|||
JAJARAN GENJANG
§ Jajaran
genjang merupakan bangun datar yang mempunyai 4 buah sisi.
§ Sisi
yang berhadapan sejajar dan sama panjang.
§ Dua
sisi lainnya tidak saling tegak lurus.
§ Mempunyai
4 sudut, 2 sudut berpasangan dan berhadapan.
§
Sudut
yang saling berdekatan besarnya 180⁰.
§
Mempunyai
2 diagonal yang tidak sama panjang.
§
Tidak
mempunyai simetri lipat dan simetri putar.
|
|
BELAH KETUPAT
§ Belah
ketupat merupakan bangun geometri yang dibatasi 4 sisi sama panjang.
§ Mempunyai
4 titik sudut.
§ Sudut
yang berhadapan besarnya sama.
§ Sisinya
tidak tegak lurus.
§ Mempunyai
2 diagonal yang berbeda panjangnya.
§ Mempunyai
2 simetri lipat.
§ Mempunyai
2 simeteri putar.
|
|
LAYANG-LAYANG
§ Layang-layang
adalah bangun geometri berbentuk segiempat yang terbentuk dari dua segitiga
sama kaki yang alasnya berhimpitan.
§ Mempunyai
4 sisi sepasang-sepasang yang sama panjang.
§ Mempunyai
4 buah sudut.
§ Sepasang
sudut yang berhadapan sama besar.
§ Mempunyai
2 diagonal berbeda dan tegak lurus.
§ Mempunyai
1 simetri lipat.
§ Tidak
mempunyai simetri putar
|
|
TRAPESIUM
§ Trapesium
adalah bangun segiempat dengan sepasang sisi berhadapan sejajar.
§ Tiap
pasang sudut yang sisinya sejajar adalah 180⁰.
§ Jenis-jenis
trapesium :
a. Trapesium
Sembarang à mempunyai sisi-sisi yang berbeda.
b. Trapesium
Siku-SIku à mempunyai sudut siku-siku.
c.
Trapesium
Sama Kaki à mempunyai
sepasang kaki sama panjang
|
|
LINGKARAN
§
Lingkaran
merupakan kurva tertutup sederhana beraturan.
§ Jumlah
derajat lingkaran sebesar 360⁰.
§ Lingkaran
mempunyai 1 titik pusat.
§ Mempunyai
simetri lipat dan simetri putar yang jumlahnya tidak terhingga.
§ Istilah-istilah
dalam lingkaran :
ð Diameter
lingkaran (d) yaitu ruas garis yang menghubungkan dua titik pada busur
lingkaran melalui titik pusat lingkaran.
ð Jari-jari
lingkaran (r) yaitu ruas garis yang menghubungkan titik pada busur lingkaran
dengan titik pusat lingkaran.
ð Tali busur yaitu garis yang menghubungkan dua
titik pada busur lingkaran dan tidak melewati titik pusat lingkaran.
ð Busur
yaitu bagian lingkaran yang dibagi oleh tali busur.
ð Juring
yaitu daerah pada lingkaran yang dibatasi oleh 2 jari-jari maupun busur
lingkaran.
ð Susut
pusat yaitu sudut yang dibentuk oleh 2 buah jari-jari.
Rumus Hubungan Diameter
(d) dan Jari-Jari (r)(r)
|
|
|
|
2.
Pengertian Titik, Garis, Sudut, Dan
Kurva
·
TITIK
Titik tidak didefinisikan, tidak
berbentuk dan tidak mempunyai ukuran. Titik merupakan suatu ide yang abstrak.
Sebuah titik dilukiskan dengan tanda noktah, kemudian dibubuhi dengan nama
titik itu. Nama sebuah titik biasanya menggunakan huruf kapital seperti A, B,
C, P, Q, R. perhatikan gambar dibawah ini
. A = Titik A . P = Titik P
·
GARIS
Garis adalah komponen pembentuk
bangun datar dan bangun ruang. dalam matematika. Garis selalu digambarkan
sebagai garis lurus yang kedua ujungnya memiliki anak panah.
Contoh :
Garis AB ditulis AB
Sifat – sifat garis :
ð Jika diketahui kedua titik sembarang dalam ruang,
maka melalui titik itu dapat dibuat satu garis.
ð Suatu garis dapat diperpanjang
secara tak terbatas dikedua arahnya.
ð Suatu garis mungkin mempunyai banyak nama .
Unsur pembentuk garis adalah ruas
garis. Ruas garis merupakan jajaran ruas garis yang saling menyambung membentuk
garis. Ruas garis adalah garis yang dibatasi dua buah titik. Ruas garis
dilambangkan dengan garis lurus tanpa panah (⎯).
Contoh : Ruas garis CD di tulis CD
·
SUDUT
Sudut adalah pertemuan/ perpotongan
dua garis yang dilambangkan (∠) . sudut merupakan bangun yang
bersisi dua dan sisi-sisinya bersekutu pada salah satu ujungnya. Sisi-sisi
sudut terbentuk dari ruas-ruas garis. Titik persekutuannya disebut titik sudut.
Sisi sudut juga disebut kaki sudut. Jika memberi nama sudut, huruf pada titik
sudut terdapat ditengah. Contoh
Sudut ABC ditulis ∠ABC atau ∠B
Besar suatu sudut adalah ukuran
daerah sudut itu. Untuk mengukur daerah sudut dipergunakan satuan sudut. Dalam
matematika dikenal tiga macam satuan, namun yang sering dipakai adalah satuan
sudut yang disebut derajat.
·
KURVA
Kurva adalah garis dan ruas garis
yang membentuk kurva – kurva sederhana. Kurva dapat digambarkan dengan bermacam
– macam bentuk, bentuknya bisa teratur bisa juga tidak teratur.
Kurva sederhana adalah kurva yang
dapat digambarkan tanpa ada titik yang diulang kecuali mungkin titik-titik
ujung-ujungnya.
Kurva tertutup sederhana adalah
kurva sederhana yang kedua ujungnya berimpit. Setiap kurva tertutp sederhana
membagi menjadi tiga himpunan yang lepas, yaitu himpunan luar, himpunan dalam
dan kurva itu sendiri.
3. Segi
Banyak
Segibanyak beraturan adalah segi banyak yang sisi-sisinya
sama panjang dan sudut-sudutnya sama
besar. Segitiga sama sisi, persegi, segi lima
beraturan dan segi enam beraturan adalah merupakan contoh segi banyak
beraturan.
Prinsip-prinsip dalam Segibanyak Beraturan :
Prinsip 1 : Jika
segi-n beraturan mempunyai panjanh sisi s, maka keliling nya K = ns
Prinsip 2 : Pada
sembarang segi-n dapat dibuat lingkaran luarnya
Prinsip 3 : Pada
sembarang segi-n dapat dibuat lingkaran dalamnya
Prinsip 4 : Pusat suatu segi-n juga merupakan pusat lingkaran
luarnya
Prinsip 5 : Suatu
segibanyak sama sisi dalam sebuah lingkaran adalah segibanyak beraturan.
Prinsip 6 : Jari-jari
suatu segi-n beraturan adalah sama
Prinsip 7 : Sebuah
jari-jari segibanyak beraturan membagi dua sudut segibanyak sama besar
4. Simetri
Lipat Dan Simetri Putar Bangun Datar
·
Simetri Lipat
Simetri Lipat
adalah jumlah lipatan yang dapat dibentuk oleh suatu bidang datar menjadi 2
bagian yang sama besar. Untuk mencari simetri lipat dari suatu bangun datar
maka dapat dilakukan dengan membuat percobaan dengan membuat potongan kertas
yang ukurannya mirip dengan yang akan diuji coba. Lipat-lipat kertas tersebut
untuk menjadi dua bagian sama besar.
Berikut ini adalah banyak simetri lipat dari bangun datar umum :
o
Persegi panjang memiliki 2
simetri lipat
o
Bujur sangkar memiliki 4
simetri lipat
o
Segitiga sama sisi memiliki 3
simetri lipat
o
Belah ketupat memiliki 2
simetri lipat
o
Lingkaran memiliki simetri
lipat yang jumlahnya tidak terbatas
·
Simetri Putar
Simetri Putar adalah jumlah putaran yang dapat dilakukan terhadap
suatu bangun datar di mana hasil putarannya akan membentuk pola yang sama
sebelum diputar, namun bukan kembali ke posisi awal. Percobaan dapat dilakukan
mirip dengan percobaan pada simetri lipat namun caranya adalah dengan memutar
kertas yang telah dibentuk.
Berikut ini adalah banyak simeti putar pada bangun datar umum :
o
Persegi Panjang memiliki 2
simetri putar
o
Bujur Sangkar memiliki 4
simetri putar
o
Segitiga Sama Kaki tidak
memiliki simetri putar
o
Segitiga Sama Sisi memiliki 3
simetri putar
o
Belah Ketupat memiliki 2
simetri putar
o
Lingkaran memiliki simetri putar yang
jumlahnya tidak terbatas
5. Pengubinan
Pengubinan adalah penyusunan daerah-daerah segi banyak yang sisinya
berimpit sehingga membentuk bidang secara komplit (sempurna). Kita dapat
membentuk ubin dengan segitiga-segitiga. Setiap segiempat juga akan membentuk
ubin pada bidang. Pengubinan yang dibentuk oleh segi banyak beraturan disebut
pengubinan beraturan.
6. Bidang Koordinat
Sistem koordinat kartesius
dua dimensi merupakan sistem koordinat yang terdiri dari dua salib sumbu yang
saling tegak lurus, biasanya sumbu X dan Y, seperti digambarkan pada gambar di bawah ini :


Jika dilihat dari gambar 3.1
diatas, koordinat P mempunyai jarak pada sumbu X yang disebut absis sebesar
3 dan mempunyai jarak pada sumbu Y yang disebut ordinat sebesar 5.
Sedangkan d merupakan jarak dari pusat sumbu koordinat (O) ke titik P.
Nilai d dapat dihitung dengan persamaan :
jika d merupakan jarak antara dua titik, secara umum d dapat
dihitung menggunakan persamaan sebagai berikut :


dimana i dan j
menunjukkan nama titik.

Dari gambar 3.2 diperoleh bahwa,
7. Pembelajaran Bangun Datar di Kelas Rendah
Dalam mengajarkan pokok bahasan
geometri pada anak SD kelas rendah, kita dapat menggunakan beberapa metode
pengajaran seperti metode tanya jawab, diskusi, penemuan dan demonstrasi.
Dalam mengajarkan sub pokok bahasan
menghitung luas berbagai bangun datar, kita dapat menggunakan metode tanya
jawab, demonstrasi, maupun diskusi.
Adapun langkah – langkah
pembelajarannya antara lain :
1. Memberikan contoh – contoh bentuk
bangun datar.
Dalam memberikan contoh bentuk
bangun datar sebaiknya kita juga menggunkan contoh – contoh konkret, agar siswa
mudah memahaminya.
2. Menjelaskan pengertian dan
bentuk bangun datar dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa.
3. Mengingatkan kembali jenis – jenis
bangun datar yang pernah dipelajari sebelumnya. Untuk mengingatkan
tentang jenis – jenis bangun datar, kita dapat
menggunakan metode tanya jawab.
4. Dengan metode demonstrasi dan
penemuan , kita ajak siswa untuk menemukan rumus – rumus bangun datar.
Untuk lebih mempermudah kita buat lembar kerja siswa yang berisikan langkah –
langkah menemukan rumus bangun datar.
Misalnya,
Lembar Kerja
- Menemukan luas segitiga
Praktikkan dan lengkapilah rumusnya.
- Buatlah persegi panjang pada kertas karton
- Buatlah segitiga dengan menggunting salah satu diagonal persegi panjang seperti gambar berikut.
D
C
A
B
Luas persegi panjang ABCD = p x l
3. Coba bandingkan segitiga ABD dengan
segitiga CBD. Impitkan keduanya. Kedua segitiga tersebut sama. Ini berarti luas
segitiga ABD = luas segitiga CBD. Luas segitiga ABD = ½ dari luas persegi
panjang ABCD.
Luas segitiga = x … x l
Pada bangun segitiga tidak mengenal p dan l. Pada segitiga,
p = alas = a dan l = tinggi = t.
Jadi, luas segitiga = x a x t.
- Menemukan luas jajar genjang
a. Buatlah jajar genjang seperti berikut pada kertas karton.
b. Potonglah jajar genjang tersebut sepanjang garis putus –
putus.
c. Susunlah potongan tersebut sehingga membentuk persegi
panjang
Persegi panjang itu mempunyai ukuran
panjang = a dan lebar = t. Dengan demikian, luas jajar genjang sama dengan luas
persegi panjang. Sehingga luas jajar genjang = luas ………………. = p x l. Pada
bangun jajar genjang tidak mengenala p dan l. Pada jajar genjang p = alas = a
dan l = tinggi = …
Jadi luas jajar genjang = a x t.
4. Setelah anak – anak mengerti dengan
rumus – rumus bangun datar, berikan contoh soal untuk menghitung luas bangun
datar.